VIRTUAL GALLERY
Membangun jaringan global
Seni rupa kini berada dipinggir fase baru perkembangannya seiring dengan kedatangan abad 21. Pada waktu yang dipenuhi oleh perubahan yang cepat diiringi dengan kemajuan teknologi ini, budaya kontemporer seluruh dunia semakin cepat diselubungi oleh suasana yang dinamik. Paradigma budaya tempat yang sebelum ini ditafsirkan selesai, kini terpaksa hadir diatas pentas yang senantiasa bergerak dan berubah. Malah pendekatan yang sama terhadap sejarah kini telah diganti oleh naratif yang bertindih dan bersimpang siur . Detik sejarah yang luas ini boleh diuraikan sebagai satu ajakan dari modernisme abad 19 dan awal abad ke 20 pada budaya pasca-modern ke 21.
Kita diabad ke 21 termasuk masyarakat tidak mempunyai pilihan selain dan perlu berhadapan dengan arus ledakan informasi atau data yang terus menerus dan mengiringi keterlibatan masyarakat seluruh dunia yang selalu memperoleh atau mengakses informasi. Didalam ruang geopolitical dan ekonomi pertemuan baru serta demokratik di dunia internet, mereka akan dikelilingi dan dihujani oleh obyek informasi yang senantiasa berubah. Obyek budaya tidak berjasad yang bersifat anti-artifak ini akan senantiasa dijamah, dirombak dan berkembang. Ruang dan masa internet yang tidak sama dan bersifat sementara ini adalah metafora yang wajar digunakan untuk bersifat sementara ini adalah metaphor yang wajar digunakan untuk menggambarkan situasi pada penghujung abad ke 20.
Hasil dari ciri kesamaan dan immersive(keterlibatan secara langsung)dalam kancah representasi yang dimungkinkan oleh teknologi digital hari ini ( internet,media hyper, reality maya dsb,), idiom-idiom representasi saintik dan artistik kini semakin bergabung. Dalam hal ini, perlu dimaklumi juga bahwa sebelum Renaissance di Eropa, seni memainkan peranan penting dalam menyuburkan ekspresi aturan simbolik, suatu kosmologi yang berasaskan tradisi dan sumber keagamaan. Malah, seni suci sebelum ini dianggap sebagai teknologi atau kalkulus yang mengungkap kebenaran universal. Malangnya dalam urutan sejarah Renaissance , tradisi suci atau keagamaan telah dipisahkan dari system pemerhatian terhadap alam. Pemisahan ini disambut dengan kelahiran ilmu impirikal. Dari sinilah seni mulai berkembang sebagai penumpuan terhadap kontemplasi atau pemerhatian estetik, manakala sains ditafsir sebagai fakta objektif yang nyata terhadap alam.
Boleh dibuktikan bahwa teknologi kita kini berada diambang persamaan antara sains dan seni. Berbagai kegiatan kesenian bisa diakses melalui dunia maya yang dasarnya adalah perkembangan dari sains itu sendiri yaitu seni yang berdasarkan pada teknologi, juga perkembangan dari new media art yang mempengaruhi intitusi dan perupa yang bergerak didalam kebudayaan dengan melakukan berbagai upaya membuat blog maupun web, galeri online untuk mencapai jaringan global. Pengalaman saya bekerja pada perusahaan internet dam multimedia membuka mata untuk ikut terlibat dalam jaringan global, melalui mailinglist tertentu kita bisa mendialogkan atau membuat gagasan yang pada akhirnya akan menghasilkan sebuah karya seni, baik berupa buku, pameran didalam dunia maya maupun video art yang dipamerkan secara online maupun offline di galeri-galeri yang mengkhususkan pada persentuhan antara seni dan teknologi.Misalnya Worldwide.designers.2007.com atau www.wwd07.com, sebuah web hasil dari forum diskusi yang melibatkan 140 perupa dari berbagai negara baik Asia, Eropa dan Amerika dengan tema “tolerance and solidarity”, melalui mailinglist saya bertemu dengan Nicolas Andre yang berlokasi Di Toulouse Perancis sebagai penggagas untuk melahirkan sebuah pameran dan buku kumpulan grafis. Jaringan global ini berupaya menempatkan karya seni masing- masing negara sebagai sebuah kesadaran untuk memahami kebersamaan tanpa ada perbedaan suku, agama dan lain sebagainya. Selama proses satu tahun berdiskusi dan berdialog mempresentasikan karya melalui dunia maya pada akhirnya menghasilkan sebuah buku Seni Grafis modern yang diterbitkan oleh Neopen Studio atau edition populare.com. Pada pameran Expression of love between Australia and Indonesia yang digelar di café-café sekitar Byron Bay NSW, saya mengirimkan cd interaktif dan cd yang berisi karya – karya terbaru, dalam pameran ini setiap perupa terpilih bisa mengakses internet untuk melihat karya yang dipamerkan. Pameran seni rupa dan diskusi di galeri dunia maya akhirnya menjadi ruang alternatif untuk melibatkan diri pada forum-forum dunia.
Galeri di dunia maya sebagai ruang alternative bagi para perupa yang tidak mampu menembus galeri – galeri yang di kelola oleh para pengusaha dan para kuratornya dengan segala aturannya. Kiranya sangatlah penting para perupa muda untuk mendialogkan atau merepresentasikan pada galeri dunia maya. Memang kalau kita menengok pada pertumbuhan galeri yang ada di Kota Surabaya, seharusnya sangat menguntungkan bagi kehidupan berseni rupa, artinya dengan adanya galeri karya-karya bisa dilihat oleh publik Surabaya mempunyai banyak perupa seharusnya mampu memberi warna pada galeri-galeri lokal yang lokal yang ada. Tetapi galeri lokal yang ada saat ini boleh dikata merupakan galeri offline, galeri yang mempromosikan karya seni dengan bertatap langsung dan salah satunya untuk kepentingan bisnis semata. Galeri semacam itu sangat sulit ditembus oleh para perupa muda yang lagi menjalani proses. Bagaimana dengan era globalisasi sekarang dengan teknologi sebagai kendaraan untuk membuka jaringan global. Internet menjadikan dunia hanya sebatas kampung, seharusnya para perupa muda mulai melirik dan banyak mengakses web-web yang memberikan peluang untuk mempresentasikan karyanya dalam Virtual gallery.
Virtual Gallery sebuah kerangka yang membangun pikiran dan imajinasi kita dalam dunia maya, dunia non realitas tetapi tanpa kelihatan nyata dan mempunyai bangunan interaktif maupun dinamis yang sewaktu-waktu bisa di update baik data maupun visualnya. Banyak galeri seni yang tumbuh di dunia maya coba saja akses ke google.com, ixquick.com, dan yahoo.com dengan memasukan kata kunci, maka akan terbukalah nama- nama virtual gallery, kita bisa mengunjungi galeri-galeri internasional seakan terasa memasuki ruang nyata yang sesungguhnya dan berhadapan dengan karya-karya seni dunia. (agus koecink. Tulisan ini diolah dari berbagai sumber di internet).
Membangun jaringan global
Seni rupa kini berada dipinggir fase baru perkembangannya seiring dengan kedatangan abad 21. Pada waktu yang dipenuhi oleh perubahan yang cepat diiringi dengan kemajuan teknologi ini, budaya kontemporer seluruh dunia semakin cepat diselubungi oleh suasana yang dinamik. Paradigma budaya tempat yang sebelum ini ditafsirkan selesai, kini terpaksa hadir diatas pentas yang senantiasa bergerak dan berubah. Malah pendekatan yang sama terhadap sejarah kini telah diganti oleh naratif yang bertindih dan bersimpang siur . Detik sejarah yang luas ini boleh diuraikan sebagai satu ajakan dari modernisme abad 19 dan awal abad ke 20 pada budaya pasca-modern ke 21.
Kita diabad ke 21 termasuk masyarakat tidak mempunyai pilihan selain dan perlu berhadapan dengan arus ledakan informasi atau data yang terus menerus dan mengiringi keterlibatan masyarakat seluruh dunia yang selalu memperoleh atau mengakses informasi. Didalam ruang geopolitical dan ekonomi pertemuan baru serta demokratik di dunia internet, mereka akan dikelilingi dan dihujani oleh obyek informasi yang senantiasa berubah. Obyek budaya tidak berjasad yang bersifat anti-artifak ini akan senantiasa dijamah, dirombak dan berkembang. Ruang dan masa internet yang tidak sama dan bersifat sementara ini adalah metafora yang wajar digunakan untuk bersifat sementara ini adalah metaphor yang wajar digunakan untuk menggambarkan situasi pada penghujung abad ke 20.
Hasil dari ciri kesamaan dan immersive(keterlibatan secara langsung)dalam kancah representasi yang dimungkinkan oleh teknologi digital hari ini ( internet,media hyper, reality maya dsb,), idiom-idiom representasi saintik dan artistik kini semakin bergabung. Dalam hal ini, perlu dimaklumi juga bahwa sebelum Renaissance di Eropa, seni memainkan peranan penting dalam menyuburkan ekspresi aturan simbolik, suatu kosmologi yang berasaskan tradisi dan sumber keagamaan. Malah, seni suci sebelum ini dianggap sebagai teknologi atau kalkulus yang mengungkap kebenaran universal. Malangnya dalam urutan sejarah Renaissance , tradisi suci atau keagamaan telah dipisahkan dari system pemerhatian terhadap alam. Pemisahan ini disambut dengan kelahiran ilmu impirikal. Dari sinilah seni mulai berkembang sebagai penumpuan terhadap kontemplasi atau pemerhatian estetik, manakala sains ditafsir sebagai fakta objektif yang nyata terhadap alam.
Boleh dibuktikan bahwa teknologi kita kini berada diambang persamaan antara sains dan seni. Berbagai kegiatan kesenian bisa diakses melalui dunia maya yang dasarnya adalah perkembangan dari sains itu sendiri yaitu seni yang berdasarkan pada teknologi, juga perkembangan dari new media art yang mempengaruhi intitusi dan perupa yang bergerak didalam kebudayaan dengan melakukan berbagai upaya membuat blog maupun web, galeri online untuk mencapai jaringan global. Pengalaman saya bekerja pada perusahaan internet dam multimedia membuka mata untuk ikut terlibat dalam jaringan global, melalui mailinglist tertentu kita bisa mendialogkan atau membuat gagasan yang pada akhirnya akan menghasilkan sebuah karya seni, baik berupa buku, pameran didalam dunia maya maupun video art yang dipamerkan secara online maupun offline di galeri-galeri yang mengkhususkan pada persentuhan antara seni dan teknologi.Misalnya Worldwide.designers.2007.com atau www.wwd07.com, sebuah web hasil dari forum diskusi yang melibatkan 140 perupa dari berbagai negara baik Asia, Eropa dan Amerika dengan tema “tolerance and solidarity”, melalui mailinglist saya bertemu dengan Nicolas Andre yang berlokasi Di Toulouse Perancis sebagai penggagas untuk melahirkan sebuah pameran dan buku kumpulan grafis. Jaringan global ini berupaya menempatkan karya seni masing- masing negara sebagai sebuah kesadaran untuk memahami kebersamaan tanpa ada perbedaan suku, agama dan lain sebagainya. Selama proses satu tahun berdiskusi dan berdialog mempresentasikan karya melalui dunia maya pada akhirnya menghasilkan sebuah buku Seni Grafis modern yang diterbitkan oleh Neopen Studio atau edition populare.com. Pada pameran Expression of love between Australia and Indonesia yang digelar di café-café sekitar Byron Bay NSW, saya mengirimkan cd interaktif dan cd yang berisi karya – karya terbaru, dalam pameran ini setiap perupa terpilih bisa mengakses internet untuk melihat karya yang dipamerkan. Pameran seni rupa dan diskusi di galeri dunia maya akhirnya menjadi ruang alternatif untuk melibatkan diri pada forum-forum dunia.
Galeri di dunia maya sebagai ruang alternative bagi para perupa yang tidak mampu menembus galeri – galeri yang di kelola oleh para pengusaha dan para kuratornya dengan segala aturannya. Kiranya sangatlah penting para perupa muda untuk mendialogkan atau merepresentasikan pada galeri dunia maya. Memang kalau kita menengok pada pertumbuhan galeri yang ada di Kota Surabaya, seharusnya sangat menguntungkan bagi kehidupan berseni rupa, artinya dengan adanya galeri karya-karya bisa dilihat oleh publik Surabaya mempunyai banyak perupa seharusnya mampu memberi warna pada galeri-galeri lokal yang lokal yang ada. Tetapi galeri lokal yang ada saat ini boleh dikata merupakan galeri offline, galeri yang mempromosikan karya seni dengan bertatap langsung dan salah satunya untuk kepentingan bisnis semata. Galeri semacam itu sangat sulit ditembus oleh para perupa muda yang lagi menjalani proses. Bagaimana dengan era globalisasi sekarang dengan teknologi sebagai kendaraan untuk membuka jaringan global. Internet menjadikan dunia hanya sebatas kampung, seharusnya para perupa muda mulai melirik dan banyak mengakses web-web yang memberikan peluang untuk mempresentasikan karyanya dalam Virtual gallery.
Virtual Gallery sebuah kerangka yang membangun pikiran dan imajinasi kita dalam dunia maya, dunia non realitas tetapi tanpa kelihatan nyata dan mempunyai bangunan interaktif maupun dinamis yang sewaktu-waktu bisa di update baik data maupun visualnya. Banyak galeri seni yang tumbuh di dunia maya coba saja akses ke google.com, ixquick.com, dan yahoo.com dengan memasukan kata kunci, maka akan terbukalah nama- nama virtual gallery, kita bisa mengunjungi galeri-galeri internasional seakan terasa memasuki ruang nyata yang sesungguhnya dan berhadapan dengan karya-karya seni dunia. (agus koecink. Tulisan ini diolah dari berbagai sumber di internet).
